>
Air adalah hal yang sangat penting bagi hidup kita. Berbagai aktivitas manusia membutuhkan air. Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pekerjaan. Sebagai air minum, untuk MCK (Mandi Cuci Kakus), pembangkit listrik, sarana transportasi dan bermacam-macam kegunaan lain yang sangat penting bagi kehidupan manusia.
Kualitas air sangat penting. Air yang kotor tidak layak kita minum, untuk mandi, mencuci dan hal-hal lain. Apalagi kalau air tersebut terkontaminasi unsur-unsur atau senyawa-senyawa kimia berbahaya. Sudah banyak hal yang dilakukan untuk menjaga kualitas air itu.
Selain kualitas, kuantitas pun juga penting. Ketersediaan air sangat penting bagi kehidupan kita. Coba kita tengok daerah-daerah yang dilanda kekeringan. Mereka kekurangan air sehingga kualitas hidup mereka menurun.
Kita harus menjaga kualitas dan kuantitas air demi masa depan. Kuantitas pun harus kita jaga. Jangan sampai kurang ataupun berlebihan. Untuk itu kita harus menjaga air kita. Karena air tidak hanya penting untuk saat ini tapi juga untuk masa depan. Sesuai dengan judul post ini, Air untuk Masa depan.
Sebelum membahas ‘Air untuk Masa Depan’ sebaiknya kita membahas terlebih dahulu apa itu air. Air adalah substansi kimia dengan rumus H2O. Dalam kondisi standar, yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) dan dengan suhu 273,15 K (0 °C) air mempunyai sifat tidak berwarna tidak berasa dan tidak berbau.
Nah, sampai mana tadi. O iya, sampai apa itu air. Setelah kita tahu apa itu air secara singkat, kini saatnya kita membahas pentingnya air untuk masa depan dan bagaimana cara mewujudkannya.
Pembaca setia, wah,terlalu formal ya. Baiklah teman-teman kali ini kita bahas pentingnya air untuk masa depan. Coba bayangkan masa depan kita kelak jika tidak ada air (Baik saat ini maupun masa depan). Akankah ada kehidupan yang layak? Atau bahkan masih adakah kehidupan?
Ya udah, kita gak usah kita bicara soal masih ada kehidupan atau tidak. Kita bicarakan saja pengaruh air terhadap kualitas hidup manusia di masa depan.
Coba bayangkan bagaimana kehidupan anak-anak jika hidup dalam keadaan kekurangan air. Contohnya bisa kita lihat di daerah-daerah atau negara-negara yang kekurangan air. Kita lihat saja di beberapa negara di Afrika seperrti Etiopia. Terjadi kelaparan di mana-mana. Anak-anak tidak bisa lagi hidup bahagia karena bertahan hidup saja sulit. Bayangkan bagaimana masa depan mereka. Anak-anak yang notabene pelajar merupakan generasi penerus yang sangat penting bagi masa depan suata masyarakat atau negara. Mereka yang seharusnya belajar untuk masa depan tidak bisa lagi konsentrasi belajar. Rasa lapar, haus, panas dan kebersihan diri mereka yang kurang mengurangi kenyamanan mereka dalam belajar. Dan mungkin yang ada di pikiran mereka bukan lagi belajar. Yang ada di pikiran mereka hanyalah akankah mereka besok masih hidup atau kuatkah mereka menjalani hidup seperti itu.
Hal seperti itu juga dirasakan sebagian saudara kita di Indonesia. Banyak daerah di Nusa Tenggara yang masih kekurangan air. Karena itu sudah selayaknya kita peduli kepada mereka.
Itu tadi jika dilihat dari kuantitasnya. Sekarang kita lihat dari kualitasnya. Apa yang terjadi jika air yang dikonsumsi masyarakat khususnya generasi muda merupakan air yang tercemar zat-zat kimia berbahaya? Tercemar merkuri, timbal, dan berbagai zat-zat berbahaya lainnya. Seperti yang kita ketahui, zat-zat tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan, terutama terhadap otak. Seandainya otak mereka betul-betul rusak akibat zat-zat berbahaya itu, apa yang terjadi? Mereka tidak mampu belajar dengan baik. Mereka tidak mampu bersaing dengan orang luar. Mereka tertinggal dari orang-orang di luar masyarakatnya. Jika kelak menggantikan orang tua mereka dan menjadi pemimpin, mereka bisa saja diperalat dan dibodohi pihak luar yang kemampuan berpikirnya lebih tinggi.
Oleh karena itu, kita harus bisa menjaga kualitas dan kuantitas air. Agar generasi muda kita yang kelak akan memimpin bangsa ini mempunyai kualitas yang baik. Agar kita tidak lagi tertinggal dari bangsa lain.
Untuk menjaganya, kita harus memanfaatkan air dengan efisien dan efektif. Ada berbagai cara yang bisa kita lakukan. Baik untuk menjaga maupun untuk membantu daerah-daerah lain yang kekurangan air.
Gunakan air seperlunya. Seperti tutup kran saat tidak digunakan, mandi seperlunya(yang ini boleh dicoba,boleh tidak, hehehe), dan sebagainya.
Menggunakan lagi air yang sudah dipakai. Seperti menggunakan air bekas mencuci beras untuk menyiram tanaman. Bahkan kini sudah ada teknologi kamar mandi yang bisa menampung air bekas mandi untuk digunakan lagi untuk menyitam WC.
Membuat mesin penyaring air. Dengan teknologi ini kita bisa menyaring air yang kotor menjadi bersih sehingga layak untuk dikonsumsi. Teknologi ini sangat tepat jika diberikan untuk korban banjir yang kelebihan air kotor dan kekurangan air bersih.
Membuang sampah pada tempatnya. Jangan membuang sampah ke sungai ya. Pabrik-pabrik harus punya tempat penampungan limbah. Jangan dibuang ke sungai.
Mendaur ulang sampah dan limbah. Sampah dan limbah bisa didaur ulang sehingga tidak perlu dibuang ke sungai.
Membantu dalam penyediaan air di daerah kekeringan. Bantuan bisa berupa tenaga atau dana yang bisa diberikan ke lembaga-lembaga yang ikut membantu penyediaan air bersih. Contohnya seperti program Aqua yang “1 liter untuk 10 liter” itu lo.
Shodo
1 hari yang lalu





0 komentar:
Poskan Komentar